Puasa Membuat Kaya

*Hikmah Puasa Ramadhan*
*Puasa membuat Kaya*

Sebagai seorang beriman telah menjadi kewajiban kita untuk berpuasa di bulan Ramadhan, sebagaimana Allah berfirman,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻛَﻤَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa." (Al Baqarah: 183)

Dalam ayat tersebut Allah telah mewajibkan kepada kita untuk berpuasa, sebagaimana umat terdahulu sebelum umat nabi Muhammad diwajibkan untuk berpuasa.

Apabila ditanya : Apa manfaat puasa?
Saya jawab : Puasa dapat membuat orang kaya, dapat jodoh, memperoleh pekerjaan, dan meraih kesuksesan.
Jika ditanya : mengapa demikian? Bukannya puasa bikin males kerja, males ngapa-ngapain?
Saya jawab : Bukanlah Allah telah menjelaskan, bahwasanya puasa menjadikan seseorang bertakwa, لعلكم تتقون dalam surat al-baqarah di atas.
Ditanya : Apa hubungannya bertakwa dan membuat kaya, dapat jodoh dan memperoleh kesuksesan?
Jawab : Allah berfirman
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻪُ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ ﻭَﻳَﺮْﺯُﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya .” (Ath Tholaq: 2-3).

Dalam ayat ini Allah berjanji, bahwasanya orang yang bertakwa, akan diberi jalan keluar dari setiap permasalahannya, dan diberikan rezeki yang tidak di duga-duga :
1⃣ Susah nyari kerja, dengan sebab takwa Allah mudahkan mencari kerja.
2⃣ Tidak nemu-nemu jodoh, dengan sebab takwa Allah pertemukan dengan jodohnya.
3⃣ Sulit menghadapi beban kehidupan, dengan sebab takwa Allah berikan ia rezeki yang melimpah.

Jadi, Puasa ➡ Takwa ➡ mendapat pertolongan Allah.

https://chat.whatsapp.com/JhanCZQqLHjAERsrV4uhrG

10 Keistimewaan di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Untuk bergabung dengan grup *KAJILAGI* klik tautan dibawah 👇
https://chat.whatsapp.com/JhanCZQqLHjAERsrV4uhrG

Persiapkan Diri Anda untuk Menyambut Ramadhan

Ramadhan dan Keistimewaannya

Ramadhan adalah nama bulan ke-9 dalam kalender Hijriah, Ramadhan dalam bahasa arab berasal dari kata (رمض) yang berarti panas, dikarenakan pada bulan tersebut cuaca di jazirah arab sedang musim panas.

Masuknya tanggal satu Ramadhan, ditandainya dengan terlihatnya hilal saat terbenam matahari pada hari ke-29 bulan Syaban, dan jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari, yang berarti tanggal satu Ramadhan jatuh pada esok harinya.

Keistimewaan Bulan Ramadhan di antaranya adalah :
1⃣ Bulan Diturunkannya Al-Qur'an
Pada bulan ini, Al-Qur'an diturunkan oleh Allah secara menyeluruh dari _Lauhil Mahfuzh_ ke _Baitul Izzah_ di langit dunia yang disebut malam _Nuzulul Qur'an_ dan pada bulan ini pula Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur dari langit dunia kepada Rasulullah selama 23 tahun yang disebut malam _Lailatul Qadar_. Allah berfirman,
ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ
_Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)._ (Al-Baqarah : 185)
ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ
_Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemulian._ (Al-Qadar: 1)

2⃣ Kewajiban Berpuasa di Siang Hari
Diwajibkan berpuasa sebulan penuh, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, karena puasa Ramadhan merupakan salah satu dari rukun Islam? Rasulullah bersabda,
ﺑُﻨِﻲَ ﺍْﻹِﺳْﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻰ ﺧَﻤْﺲٍ : ﺷَﻬَﺎﺩَﺓُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺇِﻗَﺎﻡُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻭَﺇِﻳْﺘَﺎﺀُ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ ﻭَﺣَﺞُّ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻭَﺻَﻮْﻡُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ
_Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan._ (Riwayat Turmuzi dan Muslim)

3⃣ Keutamaan Bersedekah di dalamnya
Sedekah itu pahalanya amat sangat banyak di dunia ataupun di akhirat kelak, dengan sedekah seseorang tidak akan menjadi miskin. Dan sedekah di bulan Ramadhan lebih afdhol dari pada sedekah di bulan-bulan selainnya, pahalanya lebih berlipat ganda. Dan bahkan sebagaimana ada sebuah hadits,
ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺟﻮﺩ ﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺟﻮﺩ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺣﻴﻦ ﻳﻠﻘﺎﻩ ﺟﺒﺮﻳﻞ ، ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻠﻘﺎﻩ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻴُﺪﺍﺭﺳﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ، ﻓﺎﻟﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺟﻮﺩُ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻳﺢ ﺍﻟﻤﺮﺳَﻠﺔ
_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.”_ (Diriwayatkan Bukhari)

4⃣ Malam Lailatul Qadar
Allah mengutamakan Ramadhan karena di dalamnya terdapat malam lailatul qadar, yaitu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Rasulullah bersabda,
ﺃَﺗَﺎﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻓَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﻣَﺮَﺩَﺓُ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦِ ﻟِﻠَّﻪِ ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ ‏» . ﻭﻓﻲ ﻟﻔﻆ ﺃﺣﻤﺪ : ...)) ﺗﻔﺘﺢ ﻓﻴﻪ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺔ (( ﺑﺪﻻً ﻣﻦ )) ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ))
_"Telah datang kepada kalian Ramadhan bulan yang penuh berkah, Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan berpuasa di dalamnya, di dalamnya dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu para pemimpin setan, di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang diharamkan dari kebaikannya maka ia benar-benar telah diharamkan kebaikan apapun"._ (Diriwayatkan An-Nasa'i)

5⃣ Shalat Tarawih
Kaum muslimin telah bersepakat, tentang kesunnahan shalat malam di bulan Ramadhan, dan para ulama telah menjelaskan bahwasanya shalat malam yang dimaksud adalah shalat Tarawih. Mengenai keutamaannya Rasulullah bersabda,
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻡَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﺍﺣْﺘِﺴَﺎﺑًﺎ ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻪِ
_“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”_ (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim)

6⃣ Beritikaf di Masjid
Para ulama berpendapat bahwasanya I'tikaf di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan hukumnya adalah sunnah muakkad (dianjurkan sekali), hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah,
ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻌْﺘَﻜِﻒُ ﺍَﻟْﻌَﺸْﺮَ ﺍَﻟْﺄَﻭَﺍﺧِﺮَ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ , ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻮَﻓَّﺎﻩُ ﺍَﻟﻠَّﻪُ , ﺛُﻢَّ ﺍﻋْﺘَﻜَﻒَ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻪُ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻩِ – ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
_Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat._ (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim)

7⃣ Membaca Al-Qur'an dan Berdzikir
Dianjurkan untuk banyak mempejari dan membaca Al-Qur'an di dalam bulan ini, sebagaiman hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
ﺃﻥ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﻛﺎﻥ ﻳﻌْﺮﺽُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛُﻞَّ ﻋَﺎﻡٍ ﻣَﺮَّﺓً ، ﻓَﻌﺮﺽَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺮَّﺗَﻴْﻦِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌَﺎﻡِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻗُﺒِﺾَ ﻓﻴﻪ
_“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya)_ ” (Diriwayatkan Bukhari)

8⃣ Pahala Dilipat Gandakan
Setiap amalan perbuatan di bulan Ramadhan, pahalanya dilipat gandakan oleh Allah, sebagaimana hadits,
ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﺪ ﺃﻇﻠﻜﻢ ﺷﻬﺮ ﻋﻈﻴﻢ ، ﺷﻬﺮ ﻓﻴﻪ ﻟﻴﻠﺔ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻟﻒ ﺷﻬﺮ ، ﺟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻴﺎﻣﻪ ﻓﺮﻳﻀﺔ، ﻭﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﻠﻪ ﺗﻄﻮﻋﺎ ، ﻣﻦ ﺗﻘﺮﺏ ﻓﻴﻪ ﺑﺨﺼﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﻦ ﺃﺩﻯ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ، ﻭﻣﻦ ﺃﺩﻯ ﻓﻴﻪ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﻦ ﺃﺩﻯ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ
_“Wahai sekalian manusia, telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai suatu kewajiban. Shalat malamnya adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban di waktu lainnya.”_ (Diriwayatkan Ibnu Khuzaimah)

9⃣ Berbuka Puasa
Memberi makan orang berpuasa pahalanya amatlah sangat besar, Rasulullah bersabda,
ﻣَﻦْ ﻓَﻄَّﺮَ ﺻَﺎﺋِﻤًﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِﻩِ ﻏَﻴْﺮَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻻَ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﻣِﻦْ ﺃَﺟْﺮِ ﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻢِ ﺷَﻴْﺌًﺎ
_“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”_ (Diriwayatkan Tirmidzi)

1⃣0⃣ Umrah di Bulan Ramadhan
Umrah pada bulan Ramadhan pahalanya lebih besar daripada di selainnya, sebagaimana Rasulullah bersabda,
ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ ﺍﻋْﺘَﻤِﺮِﻯ ﻓِﻴﻪِ ﻓَﺈِﻥَّ ﻋُﻤْﺮَﺓً ﻓِﻰ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺠَّﺔٌ
_“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji. ”_ (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim)

*_Arsyad Farisi_*

Tanya Jawab pukul 18.00 - 21.00 WIB (waktu lain mengikuti), pertanyaan yang sesuai materi silahkan tulis di grup dengan memberi "quote (petikan langsung)".

*Sebarkan Kebaikan, Jangan Berhenti di Anda*

Bulan Sya'ban, Bulannya Beshalawat

Bulan Sya’ban, Bulannya Bershalawat
Salah satu keutamaan yang terdapat di bulan Sya’ban adalah sebagai bulan diperintahkannya shalawat dan salam kepada Rasulullah , hal ini sebagaimana Allah telah nyatakan di dalam Al-Qur’an,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab : 56)

As-Sayyid Muhammad Al-Maliki menyebutkan di dalam kitabnya ma dza fii sya’ban, beliau menulis bahwasanya Ibnu Ash-Shaif Al-Yamani berkata, “Dikatakan bahwa sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan bershalawat kepada Rasulullah . Sebab ayat (surah al-Ahzab ayat 56) tersebut, diturunkan dalam bulan Sya’ban.”

Dan berkata pula, Imam Syihabuddin Al-Qasthalani bahwasanya sebagaian ulama mengatakan, bahwa bulan Sya’ban adalah bulan untuk bershalawat kepada Rasulullah  sebab ayat yang memerintahkannya turun pada bulan Sya’ban.

Dan menjelaskan pula Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, bahwasanya ayat tersebut diturunkan pada bulan Sya’ban pada tahun 2 H atau ada pendapat pada tahun dimana Rasululullah di isra’ dan mi’raj kan. Semua pendapat ini dapat diliat dalam kitab karangan As-Sayyid Muhammad.

Adapun maksud ayat di atas, Allah memerintahkan kepada semua orang yang beriman agar senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad karena Allah dan para Malaikat-Nya pun senantiasa bershalawat kepadanya. Dan maksud dari perintah ini, bukanlah semata-mata keperluan Allah, tetapi untuk tujuan pengagungan mereka terhadap sesuatu yang mereka imani dengan suatu perintah yang sesuai dengan Allah sang Penguasa, Sang Maharaja. Allah telah memberi hidayah kepada Nabi untuk kaum mukminin, dan dengan lisan Nabi dapat mengantarkan mereka kepada suatu derajat yang dimiliki beliau.

Shalat kita kepada Nabi Muhammad, bukanlah berarti kita memberi syafa’at Nabi Muhammad, sebab tiadalah mungkin orang seperti kita dapat memberikan syafa’at kepada beliau, karena beliau sendiri adalah orang yang paling mulia di sisi Allah. Akan tetapi shalawat itu ibarat pemberian tanda terima kasih kita, kepada seorang yang menujukkan kita kepada jalan kebenaran. Dan sungguh mustahil-lah kita dapat memberikan sesuatu kepada Nabi Muhammad, maka sebaik-baiknya pemberian yang dapat kita berikan kepada Rasulullah hanyalah berupa doa dalam bentuk shalawat, yang mana dengan doa tersebut nantinya pahalanya akan mengalir dan kembali kepada kita yang membacanya. Karena sebagaimana Rasulullah bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ بِهَا عَشْرًا
“Barangsiapa yang membacakan shalawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

(Diriwayatkan Imam Muslim)

Tafsir Surah Ali Imran Ayat 18 (Keutamaan Kalimat Tauhid)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
 شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imran: 18)
Dan sesungguhnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ
“Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar atom. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar atom.” (HR. Bukhari)
Di dalam hadist ini Rasulullah menerangkan kepada kita, bahwa sebaik-baiknya perkataan adalah Kalimat Tauhid : {لا إله إلّا الله} ‘Tiada tuhan melainkan Allah’. Yaitu bagi siapa orang yang mengucapkan dan menyakini di dalam hatinya kalimat tersebut, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Meskipun ketika ia hidup di dunia ini, amal kebaikannya amat teramat sedikit dan lebih banyak melakukan amal perbuatan dosa. Karena sebagaimana Allah telah menerangkan di dalam Al-Qur’an,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisa: 48)
Dan Ayat ini diperjelas lagi oleh Rasulullah sholallahu ‘alaih wa sallam yang mana beliau bersabda,
أَتَنِيْ آتٍ مِنْ رَبِّيْ فَأَخْبَرَنِيْ : أَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِيْ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، قَالَ : فَقُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَ إِنْ سَرَقَ ، قَالَ : وَ إِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ .
“Telah dating kepadaku utusan Robbku, lalu ia memberitahukan kepadaku bahwasanya barangsiapa di antara umatku mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun niscaya pasti ia masuk surga. (Sahabat bertanya) : ‘Bagaimana kalau ia pernah berzina dan pernah mencuri?’ Maka Rasul menjawab : ‘Meskipun dia pernah berzina dan pernah mencuri.’” (HR. Muslim)
Makna yang dimaksud adalah apabila salah seorang dari umat Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam (Yaitu kita) tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, dan beriman kepada Rasulullah sholallahu ‘alaih wa sallam serta mengamalkan apa-apa yang sesuai dengan imannya itu, niscaya kelak di akhirat ia pasti akan masuk di dalam surga, betapapun besarnya dosa yang ia lakukan, berkat rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena seungguhnya Rahmat dan kasih sayang Allah itu tidaklah terbatas.
Oleh sebab itu, marilah kita perbanyak mengucapkan kalimat tauhid di waktu senggang maupun sempit, karena sebagaimana Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
“Seutama-utamanya (bacaan) dzikir adalah (ucapan) ‘Laa Ilaaha Illa Allah’ (Tiada tuhan melainkan Allah).” (HR. Tirmidzi)
Dan semoga kita dijadikan orang yang dijanjikan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sabdanya,
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ (في رواية) وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa yang akhir ucapannya (kalimat) ‘Laa Ilaaha Illa Allah’ (tiada tuhan melainkan Allah), ia pasti masuk surga -dalam riwayat yang lain- ia wajib (harus) masuk surga .” (HR. Abu Daud & Ahmad)

Puasa Ramadhan sudah, Puasa Syawal sudah juga belum ?

Kaum muslimin dan muslimat yang ingin mengkaji Islam, bulan Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita dan bulan syawal pun telah datang. Jika pada bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa, sebagai pelebur dan pembakar dosa-dosa kita selama satu bulan lamanya. Maka, pada bulan Syawal ini kita disunnahkan untuk berpuasa selama 6 hari lamanya yang mana nanti pahalanya seperti kita puasa satu tahun penuh, hal ini sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya :
Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Jadi, orang yang ingin mendapatkan pahala seperti puasa tahun lamanya bagi mereka yang puasa sebulan penuh di bulan ramadhan kemudian diikuti 6 hari di bulan syawal. Bagaimana perhitungannya, Rasulullah telah menjelaskan dalam hadits yang lain,
جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة
Artinya :
Allah menjadikan kebaikan dengan 10 kali lipat. Maka satu bulan sama dengan 10 bulan. Dan puasa enam hari sama dengan setahun penuh. (HR. Nasa'i)
صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة
Artinya :
Puasa sebulan Ramadan pahalanya 10x lipat. Puasa enam hari bulan Syawal sama dengan dua bulan. Maka jumlahnya sama dengan setahun penuh. (HR. Ibnu Khuzaimah)
Dari kedua hadits tersebut jika kita buat rumus matematika maka :
Satu Bulan = 30 Hari, satu tahun = 12 bulan, berarti satu tahun = 360 hari
Puasa Ramadhan satu hari pahalanya dikali 10x lipat, sedangkan puasa syawal 6 hari seperti 2 bulan.
Jadi, Rumusnya : 30 hari di bulan Ramadhan X 10 = 300 Hari ditambah 6 Hari syawal = 2 bulan = 60 hari, totalnya adalah 360 hari.